Review A Child Called ‘It’

Feel grateful about today, because we can still feel the sunshine and the fresh air..

hari ini saya menyelesaikan membaca sebuah buku dari Dave Pelzer yang menkisahkan kisah nyata dari kehidupan dia semasa kecil, thanks to Endah teman saya yang telah memijamkan buku yang bagus.

Image

Dalam buku itu menceritakan sebuah pengalaman yang menyeramkan dari seorang anak yang mencoba untuk bertahan hidup dari kecaman lingkungan keluarganya sendiri! Ibunya!

Dave telah mengalami siksaan luar biasa secara mental dan fisik. Kelaparan, selama berhari – hari tidak makan (diceritakan pernah ia tidak makan selama 10 hari), dipukul, ditendang, dipaksa untuk memuntahkan makanan, direndam dalam air bak selama berjam – jam, disuruh meminum Amonia, dimasukan kedalam ruangan penuh gas, disuruh memakan kotoran bayi, bahkan di tusuk!

Belum lagi tekanan mental yang ia derita, ia dikucilkan dari sekolah karna selalu berusaha mencuri makanan. Tertekan karena ibunya yang selalu pilih kasih antara memperlakukan dia dan saudara – saudaranya, tekanan dialami juga ketika Ayahnya menyerah untuk dapat terus menyemengatinya. dan masih banyak lagi hal – hal yang mencekam dalam buku tersebut.Secara detail dan gamblang Mr.Pelzer menceritakan kondisi – kondisi yang dia alami.

Tapi secara luar biasa, dia dapat bertahan diantara perlakukan yang tidak manusiawi tersebut. Ada beberapa point yang mau saya ringkas dan bagikan yang telah saya dapatkan dari membaca buku yang mencekam itu.

1. Bersyukurlah.

Dari kisah yang diceritakan, Mr.Pelzer bertanggung jawab atas hidupnya sendiri, jika ia mau tetap hidup, ia harus berikir bagaimana caranya ia bertahan dari kelaparan karena tidak diberi makan oleh ibunya.

– Tapi karena ibunya yang psikopat, Dave harus mulai berfikir cara – cara ia dapat makan. Ia mencuri makanan, mencari sisa makanan keluarganya, mengais sampah bahkan apapun agar perutnya terisi.

– Dave harus tidur dalam basement, dengan alas minim tanpa selimut. menahan dinginnya udara setiap malam

-Dave, hanya memiliki satu baju dan satu sepatu yang dia gunakan sehari – hari. Bukan karena keluarga mereka miskin, tapi karena memang ibunya psikopat yang bahagia jika melihat anaknya Dave tersiksa.

– Seluruh pekerjaan rumah tangga, Dave yang mengerjakan. bahkan ibunya selalu mempertaruhkan jika ia tidak dapat menyelesaikan pekerjaan itu dalam waktu yang telah ditentukan, ia tidak dapat makanan.

Selama saya membaca kisah – kisah itu, saya selalu berikir betapa beruntungnya saya yang masih diberikan kemudahan hidup daripada Dave Pelzer, pada saat itu dave hanya anak SD yang saya rasa seharusnya merasakan kecerian. Masih dapat merasakan enaknya makanan hangat dan selimut yang hangat.

Image

2. Semangat Hidup dan Pantang Menyerah

Saya sangat salut sekali dengan semangat hidup Dave Pelzer, memang dia juga mengalami yang namany naik turun semangat hidup. Dengan kondisi seperti itu, dia masih bisa membayangkan untuk dapat menjadi “sesuatu”, entah walaupun hanya khayalan anak kecil seperti dia ingin menjadi seorang Superman. Dia selalu menyemangati dalam dirinya “dia harus bertahan, jika tidak dia akan membiarkan ibunya menang”. Memang ada kalanya dia dalam cerita itu Dave mengalami keputusasaan hidup, tapi dia selalu bangkit entah apapun alasannya.

Dalam cerita ini, saya melihat bahwa Dave seseorang yang pantang menyerah, Ketika ia harus mencari makanan untuk dirinya, ia menggunakan ide2 yang pantang menyerah. Bahkan saat ia mencuri makanan, Ia memperhitungkan segalanya. Ketika ia gagal mencuri makanan ia akan memikirkan cara lain agar dapat mencuri makanan. Memang mencuri itu salah, tapi hal itu satu – satunya yang ia bisa lakukan pada saat itu. jika tidak mungkin dia mati kelaparan.

Image

3. Hal – hal kecil dapat menyenangkan hati seorang anak

Hal yang indah yang saya pelajari dari kisah hidup dave adalah, hal – hal kecil dapat menjadi sebuah kesenangan besar bagi seorang anak kecil. Dalam bukunya, dave menceritakan betapa bahagianya ketika ia mendapat pujian dari seorang gurunya, dave juga mengaggumi guru lainnya juga yang memberikan sedikit perhatian padanya, bahkan ketika malam hari dave memikirkan betapa baiknya guru tersebut. Bahkan, pada suatu bagian dalam bukunya diceritakan bagaimana tiba – tiba ibunya berbuat baik dalam suatu hari (tapi ujung2nya cuma tipuan), Dave sempat luluh dan mau memaafkan ibunya. Anak kecil… mereka sangat suka disayang dan diperhatikan.🙂

Masih banyak lagi pengalaman hidup Dave Pelzer yang sangat inspiratif. Kalau mau lebih lengkapnya, anda bisa coba membaca bukunya… worth to read

Satu pemikiran pada “Review A Child Called ‘It’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s