Suara Hujan

Image

Saya sangat menyukai suara hujan, khususnya dimalam hari. Keheningannya membuat saya terhenyak dalam ketenangan tersendiri. Kadang – kadang membuat saya menerawang jauh memikirkan hal – hal yang tengah terjadi dalam hari – hari saya. Well, saya hidup di Bandung, sebuah kota di Indonesia yang sejuk dan adem, atleast ga butuh AC.

Malam ini hujan mengguyur Bandung, ini hal yang normal karena sekarang adalah waktunya musim hujan, memang sudah beberapa hari ini Bandung menerima berkah hujan. Tapi malam ini rasanya berbeda bagi saya, suara hujan kecil yang menyentuh atap rumah dan jalanan terdengar sangat menenangkan dan saya sangat menyadari itu. Sudah berapa kali malam ini saya berkata “Hujannya menenangkan banget”. Rileks, itu yang saya rasakan.

Saya sedang didalam kamar, menikmati sisa – sisa waktu liburan saya, karena besok sudah senin dan harus kembali terjebak dalam rutinitas kerjaan sehari – hari. Saya merebahkan diri dikasur, mencari posisi ternyaman. Kemudian saya mengambil sebuah buku, karangan Paul Coelho yang berjudul “Seperti Air yang Mengalir”, hari ini saya bukan ingin meceritakan mengenai buku tapi saya ingin menceritakan suara hujan malam ini. Saya mengambil buku yang menurut saya dapat membuat saya lebih rileks lagi, malam ini saya hanya ingin melakukan hal – hal ringan, karena saya tidak mau menambah sakitnya kepala ini.

Ya, hari ini seharian kepala saya sakit dan baru saja saya mengkonsumsi aspirin berharap sakit kepala ini dapat hilang secepatnya. Saya melakukan praduga mengapa sebenarnya kepala saya sakit. Mungkin karena waktu tidur yang tidak benar malam kemarin atau memang karena cuaca, menyebabkan saya masuk angin dan tidak enak badan. Tapi sebenarnya, mungkin hal yang paling besar berkontribusi dalam sakitnya kepala saya adalah, kejadian beberapa hal belakang.

Entah mengapa suara hujan malam ini seperti membimbing saya untuk mengingat satu persatu kejadian yang saya sedang hadapi. Suaranya, seperti pengajaran kelas filosofis yang menghipnotis saya. Mungkin karena suara itu memberikan sebuah ketenangan yang beberapa hari ini saya tidak rasakan.

Sesekali suara hujan memegahkan dirinya menjadi atmosfir yang melankolis, malam ini memang saya sedang mengalami masalah dengan salah satu orang yang saya cintai, kategorikan saja sebagai seseorang yang sudah saya anggap sebagai keluarga, sahabat saya. Hawa dingin diluar hampir terkalahkan dengan hawa dingin didalam hati saya. Membaca bukupun sempat terhenti dan hilang fokus beberapa kali. Dengan menghela nafas panjang kembali saya berkata dalam hati saya “Biarkan, nanti berlalu” kemudian saya melanjutkan untuk membaca lagi.

Tak lama, kembali saya terhanyut dengan suara hujan. Kali ini suaranya membawa angan untuk merenungi apa yang saya kerjakan, apa yang ingin saya capai. Saya memiliki prinsip bahwa dalam hidup lakukanlah apa yang menurut saya menyenangkan. Karena hidup adalah memori. Banyak pekerjaan yang belum tuntas yang berkecamuk dalam pikiran saya “harus yang mana dulu yang diselesaikan.” Kemudian, saya sekarang tersadar ini menyalahi prinsip saya (Baru saja tersadar beberapa detik sebelum saya menulis kalimat ini). Seharusnya saya tidak menganggap hal itu menjadi sebuah pekerjaan atau beban. Ini adalah kegiatan yang saya pilih untuk menjalankan hidup menyenangkan.

Kembali, saya melanjutkan untuk membaca buku. Tak lama kemudian, konsentrasi saya pecah lagi karena hujan. Jari – jari saya merasa gatal, ingin sekali menceritakan pengaruh suara hujan malam ini. Dan akhirnya disini lah saya menuliskan Suara hujan malam ini yang menghanyutkan saya dalam ketenangannya. Yang saya tahu, malam ini saya telah melakukan salah satu kegiatan menyenangkan bagi saya yaitu, Menulis.

Sebentar lagi saya akan kembali merebahkan diri kekasur untuk melepas lelah karena aktifitas hari ini dan kemaren – kemaren, semoga bisa untuk fokus dan melanjutkan buku Mr. Coelho yang luar biasa membaur dengan ketengangan suara hujan.  Kiranya, suara hujan dapat membawa ketengan juga malam ini untuk semua orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s