Penantian Panjang

Image

Sebuah penantian panjang, entah dimana ujungnya akan terlihat.

Dia yang menanti, bangun dipagi hari dan ketika ia membuka matanya, terdiam sejenak. Bersamaan dengan hidupnya alam sadar, hidup pula kembali apa yang dinantikan dalam pikirannya.

Dia yang menanti, membangun sebuah kisah teridah dalam pikirannya, sesuai dengan apa yang dinanti. Seutas senyuman terlihat, terkadang seperti orang yang tidak punya akal dalam ruang dan waktu yang sesungguhnya. Menatap dalam tapi entah kemana, tersenyum manis tapi tuannya tak terlihat.

Dia yang menanti, memikirkannya sepanjang hari. Tiba saat yang dinanti tidak kunjung terlihat ataupun harumnya saja bahkan tak tercium, mulailah muncul kekhawatiran bagi sang penanti. Muncul sebuah keresahan, kekhawatiran yang terkadang menjadi lebih – lebih dasyat dari kenyataan.

Dia yang menanti, gelisah sepanjang hari. Dia kembali bergulat dengan rutinitas sehari – harinya. Namun tetap tak pernah sedikitpun penantiannya berhenti ada dalam angannya. Saat ia bekerja, makan dan bahkan berinteraksi dengan orang lain, tetap yang dinanti bermain dalam pikirannya.

Dia yang menanti, hanya dapat menghidupkan penantiannya dalam pikiran, namun tetap merasakannya dalam kalbu. Merasakan yang terkadang belum terjadi. Sang penanti membangun kerajaan penantiannya sendiri dalam hati dan pikirannya. Sang penanti selalu mencari cara agar yang dinanti menjadi lebih dekat meskipun harus menguras keringat dan waktu, berharap suatu saat penantiannya berakhir dengan hasil mengisi relung hati dengan kepuasan.

Dia yang menanti, mencoba tertidur dimalam hari. Sang penanti mulai bersatu dengan kegelapan malam, menutup mata namun tak tertutup sepenuhnya. Sang penanti masih menerawang jauh ke alam kerajaan megah penantiannya. Sang penanti tak hentinya menyuratkan apa yang dinanti dalam tiap cuplikan doa malamnya. Berharap esok pagi, kisah penantiannya berakhir lebih baik dari hari ini.

Image

2 pemikiran pada “Penantian Panjang

  1. Nambahin sis…

    Dia yang menanti dalam hati kecilnya selalu ada keraguan akan apa yang dinantinya, apakah yang dinanti dapat terwujud, apakah yang dinanti itu adalah hal yang terbaik bagi dirinya, sampai kapankah dia harus menanti, kadangkala banyak pikiran realistis dan logis menyerang dia yang menanti hingga timbul pemikiran untuk membuang penantian itu. Tapi disitulah seni dari berharap dan menanti. Let’s make our wait and hope turn us into a better person. :cheers:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s