Passion

Image

Hari minggu kemaren saya berbincang – bincang dengan salah satu teman saya. Salah satu pembicaraan itu merambat kedalam topik “passion”. Entah mengapa pembicaraan singkat itu terus membuat saya berpikir mengenai “passion”.

Selama ini saya hanya berpikir bahwa definisi “passion” adalah hasrat terhadap sesuatu. Tapi siang itu saya seperti diisadarkan. Memang adalah hal yang benar passion adalah sebuah hasrat, akan tetapi hasrat yang dimaksudkan adalah ketika “sesuatu” itu benar – benar menjadi bulan – bulanan apa yang kita pikirikan. Apapun yang kita lakukan akan mengarah terhadap hal itu. Bukan hanya sekedar diingat sekali – kali.  Contohnya selama ini saya menyangka bahwa passion saya adalah menulis dan coding. Tapi ternyata tidak juga, karena ada kalanya saya tidak ingin menulis ataupun coding, adakalanya saya menyelingkan hal – hal itu dengan hal lain. Jika seperti itu adanya mungkin hal itu tidak dapat dikatakan sebagai passion, namun bisa dikatakan hanya sekedar “menyukai”. Karena passion adalah sesuatu yang sangat kita inginkan, hingga pada saat membuka matapun pasti hal itu juga ikut terpikirkan atau ketika kita mencoba tertidur hal itu juga pasti terselip diantara pikiran – pikiran penghantar tidur yang muncul – begitu kata teman saya.

Passion bersifat sementara? Jika saya menjawab pertanyaan itu, maka saya akan menjawab “Ya”. Saya ingin berkata seperti ini : “Mungkin ketika kita benar – benar menemukan passion kita yang sebenarnya apa, passion akan bersifat tidak sementara.”, tapi kenyataannya saya belum bisa mengatakan seperti itu. Karena sayapun belum merasakan  passion yang bersifat “tidak sementara” itu.

Yang jelas, ketika saya  menyukai sesuatu saya akan mengejarnya hingga titik jenuh (saya memilih “titik jenuh” untuk menghindari kata ”kegagalan”, karena bagi saya kegagalan adalah saat kita berhenti mencoba). Kemudian kalau seperti itu apakah bisa disebut sebagai kesia – siaan? Pernah terpikir seperti itu, tetapi sekarang saya lebih berpikir “tidak”, mungkin karena beberapa terakhir ini saya selalu mencoba mengikuti “passion – saat ini” dan terasa menyenangkan walaupun terkadang passion itu kandas disuatu waktu.

Mungkin memang benar saya belum menemukan passion saya yang sesungguhnya, tapi saat ini yang saya inginkan hanya sekedar mengikuti apa yang saya sukai. Jika senang menggambar, gambarlah. Senang memasak, belajarlah. Senang fotogrfi, lakukan saja. Tanpa peduli takut gagal atau kandas ditengah jalan, yang penting coba dulu saja selama masih punya waktu.

Satu pemikiran pada “Passion

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s