Waktu

Semua adalah kesia – siaan. Setiap langkah terasa menjadi sia – sia. Terkadang sebuah pepatah “Berharap terlalu besar menimbulkan kekecewaan yang besar” terasa benar.

Image

Bangun dipagi hari untuk bekerja, mengerjakan segala tugas dengan baik, dengan segenap hati. Kadang menggerutu, terkadang mencuri waktu untuk melakukan aktifitas lain dimana setelahnya akan merasa takut karena tidak bisa mempertanggung jawabkan hasil untuk hari ini, merasa takut juga kali – kali orang lain menggap bahwa apa yang dilalukan adalah salah. Yang jelas tujuan kehidupan setiap hari mulai mengerucut menjelas  = bekerja dengan baik dihadapan rekan – rekan.

Menekankan bahwa bekerja dengan baik adalah hal yang tidak membuang waktu, benarkah? buku juga bilang, jangan membuang waktu. Apakah bekerja dengan tekun setiap harinya termasuk definisi tidak membuang waktu? Kadang menyemangati diri sendiri. Disaat terpuruk membaca ini itu, melakukan A,B,C agar kembali berpikir bahwa ini dilakukan untuk menempuh jalan yang benar dan tidak membuang waktu. Benarkah tidak membuang waktu? Teori dari mana?? Detik ini aku merasa apa yang aku lakukan adalah pembodohan diri sendiri, aku menipu diriku untuk berbohong kepada diriku bahwa apa yang aku kerjaka ini benar! Bukan membuang waktu. Sudahlah, saat ini aktifitas ini aku berikan saja sebuah label “membuang waktu.”

Merencanakan segala sesuatunya like hell, mengaanggap bahwa semua rencana dan jadwal adalah runtutan waktu paling sempurna. Tapi dasar hidup di dalam lingkungan tidak pasti, semua menjadi tidak pasti.  Dan akhirnya menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain. Merasa membuang waktu saja, untuk merencanakanpun jadi terasa membuang waktu.

Terus maunya apa? Kerja tekun merasa salah, bermain – main merasa bersalah juga! Gimana caranya mendapat aktivitas yang berlabel “tidak membuang waktu”. Kembali lagi kesebuah pepatah, kali ini datangnya dari teman : “Apapun yang membuat kamu senang tidak membuang waktu.”

Hmm sudah ada segudang hal yang menjad kandidat hal yang menyenangkan. Tapi! Saya tidak punya waktu untuk menjalankannya! Ironis sungguh ironis, berkata tidak punya waktu untuk mengerjakan hal yang berlabel “tidak membuang waktu” karena waktu habis terpakai mengerjakan hal yang berlabel “membuang waktu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s