CLBK (3)

Prev : 12

Sudah dua minggu berlalu semenjak Niken bergabung di kantor Faris. Malam itu kota Jakarta di guyur hujan, pukul 9 malam Faris masih klak klik di depan komputer kerjanya yang terletak di lantai 5. Keadaan kantor sudah mulai sepi, Faris enggan pulang ke-kosannya, masih hujan, toh di kosan juga paling ga jelas sendiri juga. Tiba – tiba suara plak plok sepatu terdengar, ternyata Niken masih dikantor juga.

Semenjak Niken menyembunyikan kisah masa lalunya, Faris memutuskan mencoba untuk berhenti berteman. Mungkin Niken punya maksud sendiri pikir Faris.

Faris : Belum pulang nik? *menyapa Niken yang sedang melewat sambil memegang gelas mug*

Niken : Iya, bentar lagi paling masih ada yang dikerjain Far. Kemudian Niken pergi ke arah dapur dan tersenyum kecil.

Kemudian keheningan kembali mengisi ruangan itu. Walaupun Faris memutuskan untuk mencoba berhenti berteman terkadang sesekali masih teringat kilas balik masa lalu juga.

Seperti sekarang tiba – tiba ia mengingat ketika SMA dulu, di sore yang hujan seperti sekarang. Hari dimana Faris menyatakan cinta ke Niken. Waktu itu, Niken yang sedang menunggu hujan  duduk di ruangan kelas. Ada juga 3 atau 4 siswa lain yang menunggu hujan reda di ruang kelas itu. Faris yang sedikit basah kehujanan tiba – tiba mendekat kearah Niken, membawa gitar dan menyanyikan lagu Dewa – 19 “Larut” . Petikan suara gitar coklat miliknya mengiringi suara Faris yang lembut mengalun, atmosfernya sangat romantis saat itu apalagi ditambah suara hujan.  Hingga saat ini Faris masih sangat hafal liriknya..

“Mungkin aku pernah juga..Merasakan cinta..

Tapi tak pernah..seindah ini..

Mungkin aku juga pernah Merasakan rindu..

Tapi tak pernah Sedalam ini

Mungkin kamu takkan pernah..percaya..Bahwa sesungguhnya..aku telah terjatuh.

Kuakui aku telah larut

Larut ke dalam

Kamu yang kucintai “

Mengingat hal itu, Faris jadi senyum – senyum sendiri sekarang. Namun sesaat kesedihan tersirat, terbesit lagi pertanyaan dalam pikirannya , mengapa Niken berubah. Ah sudahlah pikirnya, kan sudah masa lalu.

-Bersambung

Next :  45

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s