Apa Tujuan Hidupmu?

tujuan akhir setiap manusia adalah kebahagiaan

Aku berjalan melewati alam yang menghembuskan angin. Sepanjang jalan kiri dan kanan melihat rindangnya pepohonan di belai angin. Hampir setiap hari ku lewati. Kampus di pagi hari seperti memiliki aroma tersendiri. Banyak orang yang berjalan namun aku merasa hanya ada diriku yang bergelut dengan pikiranku.

623010-bigthumbnail

Baru beberapa bulan, saya berkuliah di kampus ini. Masing – masing dosen memberikan kesan berbeda. Tapi satu hal yang saya tahu, mereka tidak hanya mengajarkan ilmu akademis tetapi juga ilmu hidup. Saya juga menyadari mengapa kampus ini menjadi salah satu kampus andalan yang dapat mencetak lulusan – lulusan terbaik hal itu tidak terlepas dari dosen – dosennya yang mengajarkan dan menanamkan kepercayaan diri luar biasa pada mahasiswanya.  Semoga suatu hari aku bisa menjadi pengajar yang seperti itu.

Tapi ada satu hal yang menarik disini bagi saya. Ini datangnya dari dua dosen berbeda, namun memiliki pertanyaan yang sama “Apa tujuan hidupmu?” Banyak varian jawaban yang dilontarkan teman – teman, ada juga yang diam. Saya sudah sering memikirkan tentang ini sebelum pernah mendengar pertanyaan ini. Saya tahu keinginan saya adalah menjadi penulis. Tapi disini ada sesuatu yang menampar saya, datangnya dari dua dosen tersebut.

Saya bahas dulu dosen pertama, ada kata – kata beliau yang saya sangat sukai. “Ketika kita sudah tahu untuk apa tujuan hidup kita, maka hidup kita akan bahagia. Semakin jelas ‘untuk’ itu terungkap semakin menjadi orang yang berbahagia.” Yang saya tangkap disini adalah orang yang menjalankan hidupnya dengan tujuan yang jelas dan hidup dalam tujuannya akan merasa bahagia, karena dia melakukan apa yang ia pilih. Tapi yang menampar saya adalah, jika sudah tahu tujuan kapan memulainya? Beliau bilang : “lakukan sekarang. Kamu mau jadi penulis, tulis apa yang bisa kamu tulis. Membuat deadline seperti umur 28 saya harus sudah menulis ini, itu tidak akan bisa terwujud. Begitu yang saya lihat, melihat dari pengalaman – pengalaman orang lain.” Hal itu benar – benar menyadarkan saya, karena memang kenyataannya aku seperti itu, selalu membuat target yang jatuhnya akan mundur kebelakang.

Dari dosen satu lagi, ringkasan dari cerita beliau  “tujuan akhir setiap manusia adalah kebahagiaan.” Kemudian muncul pertanyaan. “Bagaimana definisi bahagia?” awalnya saya menjawab : hidup tenang tanpa kekurangan suatu apapun dan semua keinginan tercapai. Ternyata jawaban saya, tidak terlalu tepat. Itu adalah kebutuhan, bukan kebahagiaan sejati. Kebahagiaan sejati adalah “Bersyukur dan berserah kepada-Nya.” Orang yang selalu bersyukur atas apa yang ada dalam dirinya akan selalu merasa diberkati, orang yang walaupun ‘sakit’ untuk menjalankan sesuatu yang benar akan merasa ringan asalkan berjalan bersama-Nya, karena apa? Karena orang itu memiliki sebuah iman yang meyakini Dia tahu yang terbaik.

Kedua hal itu mengubah pola pikir saya.

danceintherain2

Saya tahu apa keinginan saya, saya ingin jadi penulis tapi entah apakah cita – cita ini akan tercapai atau hanya sekedar mimpi yang terkubur. Sering sekali saya mendapat inspirasi ketika sedang berjalan atau melewati sesuatu yang menarik, selalu ada dalam pikiran “ah nanti aku mau menulis tentang ini.” Namun sering kali pada akhirnya inspirasi hanyalah milik masa lalu.

Setelah mendengar hal itu aku sering kali berpikir bahwa aku terlalu banyak menunda hal yang menjadi tujuanku. Menunda dengan alasan logis sih.. seperti “aku tidak punya waktu.” Atau “masih banyak yang harus dikerjakan.”,tapi tetap saja menunda.

Well, dari semua ini.. pertanyaan terbesar muncul… apa tujuan hidupmu? answer that in ur heart and when u find that, then life with it.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s