CLBK (7)

Prev : 12, 3, 4, 5, 6

tik tok bunyi suara jam terdengar menguasai ruangan itu. Di sudut ruangan Niken duduk seorang diri, terdiam seperti memikirkan sesuatu.

“Ding…Ding”  *suara notifikasi tanda pesan BBM masuk.*

Secara perlahan Niken melirik ke arah ponselnya , namun ia tidak beranjak sedikitpun dari posisinya sekarang. Sebenarnya hanya tinggal mengulurkan tangannya dia sudah bisa meraih ponsel miliknya yang diletakan diatas meja di depannya, tapi sepertinya ia tidak berniat untuk membaca pesan itu.

*Ding.. Ding.. Ding.. Ding” *suara BBM kembali berbunyi semakin banyak, namun masih tetap di abaikan oleh Niken.

Arah pandangannya yang tadinya kosong menatap, sekarang perlahan menatap sebuah foto yang tergantung di salah satu tembok dalam ruangan itu. Dalam foto tersebut ada Niken yang tersenyum lepas memandang seorang pria yang juga tersenyum sambil merangkul pundak Niken. Setelah menatap foto itu, niken memandangi cincin yang terpasang di jari manisnya cukup lama, cincin pemberian pria yang ada dalam foto itu.

Dengan menghela nafas panjang, Niken beranjak pergi ke kamarnya berniat tidur karena jam sudah menunjukan pukul 12 malam. Namun, ponselnya yang sedari tadi terus berbunyi ditinggalkan begitu saja di meja. Sesampainya di kamar, ternyata Niken masih belum bisa tidur, sebuah kenangan kembali teringat di dalam pikirannya, ternyata kenangan bersama Faris ketika SMA dulu :

Suatu ketika, Niken marah besar pada Faris, kemarahannya membuat Niken mengabaikan Faris. Sudah berhari – hari Faris mencoba mengajak bicara Niken, namun jawaban Niken selalu ketus. Suatu sore ketika Niken berniat pulang, Ia menemukan sebuah box dalam laci mejanya didalam kelas, ketika Ia membukanya ternyata box itu berisi coklat dengan bentuk – bentuk huruf, yang menyusun sebuah kalimat “Kamu Marah Tetap Manis” Kata – kata itu tidak bisa membendung senyum Niken yang tertahan.

Tak berhenti sampai situ, ketika Ia berjalan keluar pintu gerbang seorang anak kecil menghampiri Niken memberikan setangkai mawar merah beserta secarik kertas yang bertuliskan “Hati – hati ya..” kembali senyuman Niken tak terbendung.

Masih belum berhenti, ketika Niken sampai depan rumahnya ia menemukan sebuket mawar merah terletak, kembali dengan secarik kertas berwarna Pink kali ini isinya “Maafin aku ya. Aku sayang kamu.”

Mengingat hal itu membuat Niken senyam senyum sendiri malam itu, kenangan bersama Faris selalu membawanya kedalam senyum seperti itu karena pada masa itu terasa sangat indah dan berdegup. Berbeda dengan hari – harinya sekarang…

Tiba – tiba suara bel pintu berbunyi : “Ting Tong.. Ting Tong”

Dalam hati Niken : “Siapa tengah malam gini dateng.” dengan sedikit malas Niken pergi ke arah pintu untuk membukanya. kagetnya Niken, ketika ia mengintip siapa yang datang *clek.. pintu dibuka*

Seorang pria : “Hi.. dari tadi aku BBM kamu ga baca, udah tidur ya..” *Niken terdiam kaget melihat siapa orang yang ada dihadapannya.*

Niken : “Kamu koq… ada disini” Tanpa menjawab apapun pria itu tersenyum, kemudian memeluk Niken yang masih terkaget…

Robin : “Aku kangen kamu…”

-Bersambung

2 pemikiran pada “CLBK (7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s