CLBK (11)

Prev : 12, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10

*Kamar Faris*

Faris terbaring di atas tempat tidur. Rasa sakit yang Ia rasakan memaksa air mata yang sudah bertahun – tahun tidak pernah diteteskan mengalir. Setetes air jatuh di pelupuk matanya. Hari ini yang seharusnya menjadi bahagia berubah menjadi kesedihan.

Undagan itu terus membayang dalam pikirannya. Hari ini seluruh pertanyaannya selama ini terjawab. Mengapa Niken menyembunyikan tentang dirinya saat pertama kali bertemu atau Mengapa Niken tidak pernah menyinggung soal kehidupan pribadinya dalam pesan – pesan BBM. Seluruhnya terjawab saat dirinya melihat undangan itu.

Faris hanya termenung menyadari dirinya telah kehilangan kesempatan bersama Niken, ketika dirinya melangkah ke dalam lift siang itu, seorang diri. Meninggalkan Niken dan Robbin, berpura – pura seperti tidak terjadi sesuatu.


*Apartment Niken.*

Niken duduk memojok. Matanya sembab. Dirinya kini merasa sangat hina dan sangat bersalah karena telah menyakiti Faris… dan Robbin. Namun dari semua itu dirinya bertanya, mengapa hatinya sangat sakit ketika Faris meninggalkannya di depan lift sore itu. Mengapa melihat wajah tersenyum Faris sore itu terasa sangat menyakitkan.

Perasaan cinta kepada Faris yang terus ia sangkal selama ini, sudah tidak bisa dihindari kembali. Ternyata Faris bukanlah sebuah pelarian, bukan juga sebuah bayangan. Faris adalah orang itu “the one”, yang selalu bisa membuat dirinya kembali jatuh cinta padanya.  Kembali air mata menetes jatuh melewati pipi Niken.

Wajah Faris yang memancarkan kesedihan terus membayang dalam pikiran Niken menyadari dirinya telah kehilangan kesempatan bersama Faris, ketika dirinya membiarkan pemuda itu melangkah dan meninggalkan nya ke dalam lift.


*Ruangan Kantor Robbin.*

Sudah beberapa jam dilalui Robbin memandang tumpukan kertas yang berada di atas mejanya.

Niken mengisi pikirannya. Sudah lama dirinya menyadari kehampaan dalam diri Niken. Niken yang Ia kenal dulu sudah tidak ada, mahasiswa ceria yang Ia temui ketika Ia melanjutkan kuliah master-nya di German.

Sudah beberapa kali Niken meminta untuk mengakhiri hubungan ini, namun tidak pernah Ia turuti. Berbagai cara yang ia lakukan memang berhasil untuk membuat hubungan itu bertahan. Namun tidak untuk mengembalikan hati Niken kepadanya. Kesalahan yang Ia lakukan beberapa waktu lalu. Sebuah perselingkuhan.

Tidak jarang Ia memikirkan apalagi yang harus ia lakukan untuk merebut kembali hatinya. Gadis itu, gadis yang sangat berharga buatnya. Menyakitinya adalah penyesalan yang terdalam baginya.

Robbin dalam hati : “Gue ga bisa kehilangan Niken.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s