CLBK (12) – Finale

Prev : 12, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11

“Memori…

Indah, mungkinkah bisa terulang lagi…

Memiliki, namun tidak bisa dimiliki….

Jika begitu, haruskan aku masih menyebutnya indah?

Ya Tuhan.. Jika dirinya hanya dapat menjadi memori, mengapa sosoknya terus saja terbangun megah dalam hatiku…

Mengapa di kala semuanya berubah, memori tentangnya tak bisa ikut berubah terhapus waktu…

Oh Tuhan.. mengapa kerinduan itu terus menarik-ku dalam perih…”

-Faris

Dasi merah telah melingkar di leher kemeja Faris. Potongan jas rapi telah terpasang. Kini Faris siap untuk pergi. Sepersekian detik sesaat dirinya termenung, memutar ulang apa yang telah terjadi semenjak kedatangan Niken.

-Sesampainya di dalam mobil-

Pandangan Faris kosong, termenung. Bagaimana tidak, hari ini adalah akhir dari penantian harapannya. Perlahan Ia menjalankan mobil, melesat menerobos jalanan, kelap kelip lampu menghiasi malam itu.

Tidak lama kemudian dirinya sampai di sebuah gedung yang telah ramai dengan para tamu.

Ketika Faris masuk ke dalam gedung, pandangannya langsung tertuju pada gadis cantik yang menggunakan gaun serba putih.

Faris : “Cantik banget.”  *Dalam hati. Sesaat dirinya bengong mematung.*

Kemudian Faris berjalan mendekati Niken. Setiap langkah, pandangan matanya hanya untuk gadis itu. Sebaliknya, Niken malah tidak menyadari ada seorang pria yang sedang datang mendekat ke arahnya. Sama seperti hari – hari sebelumnya, gadis itu tidak pernah menyadari ada seorang pria yang selalu memandangnya dari jauh.

Faris : “Selamat ya.” Sebuket mawar merah disodorkan Faris untuk gadis yang akhirnya memandangnya juga. Senyuman terukir di wajah mereka.

Niken : “Makasih. Bunganya cantik”

Faris : “Gak, secantik kamu.”

Senyuman kembali tersimpul di wajah Niken. Faris menatap kedua mata Niken dengan sangat dalam. Sama seperti dalam hatinya menyimpan perasaan yang dalam untuk gadis itu.

Terkadang Ia berpikir, seluruh rasa sakit atas penantian panjang yang ia tanggung selama ini telah terbayar dengan melihat senyuman gadis yang Ia sayangi.

Faris  : “Niken…” Menyodorkan sebuah kotak berisi cincin.

Seketika tingkah Faris mengubah wajah tersenyum Niken menjadi berubah kaget.

Niken : “Kamu…”

Faris : “Iya aku masih simpen, kamu masih mau pakai cincin ini ga… untuk kedua kalinya.” Kembali Niken tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian dengan lembut Faris meraih tangan Niken dan memasangkan cincin itu.

Masih kental ingatan Niken tentang cincin itu. Cincin itu diberikan Faris dulu kala, pada tahun pertama mereka berpacaran. Kala itu, Faris mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit untuk membeli cincin itu.

Kini cincin itu kembali melingkar di jari manis milik Niken. Satu – satu nya cincin yang ada diantara jari Niken. Rasa haru tersirat dalam tatapan Niken kepada Faris.

Faris : “Kalau kamu liatin aku terus kayak gitu nanti aku overdosis sama cantiknya kamu sebelum kencan kita beres.”

Mendengar hal itu, mereka kembali tertawa dan masih banyak lagi tawa yang terdengar malam itu. Tangan Faris terus menggenggam tangan Niken, kemudian Faris mencium tangan Niken yang Ia genggam sedari tadi tanpa mempedulikan keramaian dalam restoran itu.

Niken hanya terdiam tanpa berkata apapun. Mukanya sedikit memerah namun senyumnya masih menghiasi wajahnya. Selintas dirinya mengingat Robbin. Terimakasih kepada Robbin, yang telah rela mengabulkan keinginan Niken untuk melepaskannya.

Faris : “Aku ga mau kehilangan kamu lagi.”


END


2 pemikiran pada “CLBK (12) – Finale

  1. Wow lah, udah hampir ketebak sih di part 8 atau 9 kalau gak salah ya, cuman part 11 itu bikin rada ragu endingnya akan gimana. Pokok nya sesuatu banget.
    Kayaknya robin sekarang pasti sibuk bertugas untuk ngebantu batman di gotham.🙂

    cheers up,

    -md

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s