Prioritas

photodune-11761099-priority-word-s-788x526.jpg

“Bisakah kamu menjadikan aku prioritasmu?”

Dalam sebuah hubungan tidak jarang orang menanyakan hal itu. Hubungan apapun, entah sahabat, pacar, teman dekat ataupun keluarga. Pertanyaannya, kenapa hal itu sering ditanyakan?

Satu jawaban yang pasti, orang akan merasa berharga.

Ketika orang merasa berharga, maka ada kebanggaan yang muncul dari dalam diri bahwa aku bisa menjadi salah satu bagian terpenting dalam hidupnya.

Jawaban berikutnya adalah, sebagai bukti sayang? Yap, kalau yang saya perhatikan banyak orang yang mengharapkan menjadi sebuah prioritas karena ingin menghipnotis dirinya bahwa “Ya, dia sayang aku. Makanya aku dijadikan prioritasnya”.

Ada benarnya juga, toh masing – masing orang yang mencintai memiliki ego untuk meminta bukti seberapa besar pengorbanan yang pasangannya bisa berikan kepada dirinya, dan ini berbanding lurus dengan menjadi sebuah prioritas. Ketika kamu menjadi sebuah prioritas artinya kesenangan atau setidaknya kepentingan kamu akan didulukan dari berbagai aktifitas menyenangkan lainnya yang dapat pasangan kamu lakukan. Happy bukan kalau ternyata kepentingan kita lebih penting daripada kepentingannya. “Memupuk ego untuk merasa disayang.”

“Bukannya gak mau jadiin prioritas, tapi akukan memang sedang sibuk.”

Tidak jarang kata – kata di atas muncul ketika kamu meminta untuk menjadi sebuah prioritas orang lain. Tidak salah sih, wajar – wajar saja. Namanya orang hidup butuh kebutuhan lain selain ‘sayang’. Tapi ya jangan sering – sering juga, toh butuh sesekali untuk membiarkan ego pasangan kita sebuah kenyamanan. Tunjukan bahwa dia bukan sekedar opsi yang kamu punya, tapi prioritas yang didulukan.

Terus juga, bagi sang penikmat prioritas mohon mengerti juga. Jangan terus mau dimengerti. Ibaratnya di dunia ini kan tidak hanya “aku” yang punya ego dan kesenangan. Artinya tolong mengerti ada waktunya membiarkan dia untuk melakukan apa yang disukainya. Jadi ya, bagi sang penikmat prioritas tolong juga jadikan orang itu sebagai Prioritasmu juga, hargai keinginannya.

Jika dua orang saling menghargai, tunjukanlah kalau mereka penting satu sama lain. Tidak hanya sekedar satu arah, tapi alangkah indahnya bisa tercipta dua arah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s